cara menggunakan hyper-v

mesin virtual sistem operasi

Cara Menggunakan Hyper-V

Blog about all latest PC & tech related news and info

Fungsi dan Cara Menggunakan Hyper-V Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Bagi yang mau tahu cara menggunakan Hyper-V tidak ada salahnya mempelajari lebih dulu secara singkat pergertian dari istilah ini. Hyper-V merupakan suatu role yang berada di dalam Windows Server 2008 R2. Fasilitas ini menyediakan berbagai layanan dan tools yang semua bisa dipakai untuk membuat server virtualisasi.

Selanjutnya virtualisasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam tujuan sekaligus mengurangi dana anggaran serta meningkatkan efisiensi kerja. Selain itu, virtualisasi juga bisa dipakai membuat mesin virtual sistem operasi. Jadi penggunanya bisa menjalani berbagai sistem operasi di satu komputer dan menutupnya melalui perangkat lain.

 

Fungsi dari Hyper-V

Selain yang sudah disebutkan diatas, masih ada beberapa beberapa manfaat lain dari Hyper-V. Misalnya dari segi teknis, Hyper-V bisa dipakai untuk melakukan pengujian terhadap sebuah pengembangan teknologi informasi. Pengujian ini tidak membutuhkan server secara fisik dan bisa diimplementasikan ke server virtual.

Selain itu, dengan Hyper-V maka proses terhadap standarisasi atas pemakaian perangkat lunak dan perangkat keras makin mudah dilakukan. Hal ini menjadikan pihak administrator pada TI jadi makin mudah melaksanakan tugas-tugasnya.

Hyper-V yang bersifat sangat fleksibel menjadikan penentuan atas spesifikasi pada perangkat keras bisa dengan mudah dikurangi dan ditambah menurut kebutuhan. Saat ada suatu aplikasi butuh memori lebih besar, pihak TI bisa sering meningkatkan kapasitas memori tersebut.

Selanjutnya dari segi bisnis, apabila perusahaan tahu cara menggunakan Hyper-V, maka tetap bisa memakai aplikasi lama tanpa keluar biaya. Aplikasi lama ini tinggal dipindahkan dalam virtualisasi mesin sehingga tingkat ketergantungan terhadap perangkat keras bisa dikurangi.

Melalui Hyper-V pula perusahaan dapat menciptakan sistem komputerisasi yang terpusat dan meminimalkan pemakaian komputer desktop. Dengan adanya teknologi remote di Hyper-V, setiap perusahaan cukup menyediakan satu jenis server saja dan dapat dipakai oleh beberapa pengguna sekaligus.

Ketergantungan terhadap ahli TI juga bisa dikurangi sebab dengan Hyper-V segala kebutuhan aplikasi manajemen dan server dapat dibuat secara lebih mudah. Pengguna tinggal membuat templete sendiri karena semua telah disediakan dan bisa dioperasikan sendiri dengan mudah.

Cara Menggunakan Hyper-V

Sebelum memakai sistem mesin virtual atau Hyper-V, ada beberapa syarat yang harus dapat dipenuhi. Pertama, windows yang kompitabel dengan sistem ini adalah windows education, professional dan windows 10 Enterprise. Selain itu harus dilengkapi dengan 64-bit processor dan  SLAT atau Second Level Adress Translation.

Syarat berikutnya, CPU-nya harus bisa memberi dukungan kepada VT-c on Intel CPU’s atau VM Monitor Mode Extension. Lalu yang terakhir, bagian memory paling sedikit mempunyai kapasitas 4 GB.

Perlu diketahui pula, cara menggunakan Hyper-V tidak bis diaplikasikan pada Windows 10 Home Edition. Jadi harus diupgrade ke Windows 10 Professional lebih dahulu. Pertama, buka menu ‘setting’ lalu lanjut ke ‘Update and Security’ dan ‘Activation’. Setelah itu Hyper-V bisa diaktifkan memalui beberapa teknik.

Salah satu dari teknik tersebut adalah memakai PowerShell. Buka menu ‘PowerShell console as Administrator’. Berikutnya tinggal melakukan command dengan urutan Enable, Windows Operational Feature, Online, Feature Name Microsoft, Hyper-V dan All. Jika installasi sudah selesai, komputer harus direboot.

Teknik kedua mengaktifkan virtualisasi server adalah menggunakan CMD. Metodenya juga lumayan mudah, pertama buka menu ‘PowerShell or CMD session as Administrator’. Setelah itu menjalankan command yang urutannya DISM, Online, Enable Feature, All, Feature Name Micrsoft dan Hyper-V. Jika sudah selesai instalasinya, komputer langsung direebot.

Selanjutnya jika lebih memilih cara manual, buka control panel lalu masuk dalam menu Turn Windows Features on or off. Selain itu dapat menerapkan metode lain dengan cara mengklik tombol ‘windows’ lalu memilih ‘Program and Features’.

Dari sini kemudian memilih ‘Turn Windows Features on or off’ dan menu Hyper-V langsung dicentang. Selanjutnya klik tombol OK dan setelah instalasi selesai komputer harus direstart. Jika semuanya sudah selesai, Hyper-V ini bisa digunakan untuk menginstal beberapa macam mesin virtual sistem operasi sesuai kebutuhan sekaligus mengatur host.

Perbedaan antara Virtual Box, Vmware, dan Hyper-V

Antara Virtual Box, Vmmare, dan Hyper-V, masing-masing memiliki sifat serta karakter yang berbeda. Untuk Virtual Box, bentuknya berupa software yang bisa digunakan memvirtualisasi suatu sistem operasi dan instalasi jaringan. Semua layanan ini dapat diaktifkan tanpa berbayar alias gratis.

Sedangkan Vmware, bentuknya juga berupa softawer dan bisa dipakai sebagai alat stimulasi sistem jaringan dan sistem operasi yang bisa diperoleh secara gratis. Tapi sayangnya aplikasi ini tidak punya dukungan multiple monitor dalam sistem mesin virtual dan jarang diupdate.

Terakhir Hyper-V, merupakan aplikasi keluaran Microsoft dan dapat diinstal secara role atau stadalone. Dapat pula dikatakan, bisa dinstal langsung dalam mesin atau melalui sistem OS di windows. Tidak berbeda dengan yang lain, layanan ini juga diberikan secara gratis.

Cara Install Sistem Operasi di Hyper-V

Sebelum melakukan instalasi sistem operasi pada Hyper-V, buka lebih dulu tombol ‘start’ dan ‘program’, ‘Administrative tool’ dan ‘server manager’. Selanjutnya klik kanan tombol ‘roles’ dan tidak lama setelah itu muncul halaman ‘Before You Begin’ lalu klik tombol ‘Next’.

Berikutnya muncul halaman baru lagi, pilih ‘Selected Server Roles’ kemudian lanjut centang pilihan ‘Hyper-V’ Roles dan tekan tombol ‘Next’. Di halaman baru, tidak ada hal yang perlu dikerjakan, jadi tekan sekali lagi tombol ‘Next’

Langkah selanjutnya, pilih semua NIC (Network Interface Card) tetapi harus dipastikan ada satu atau dua NIC yang disisakan untuk Host Management. Kemudian pada halaman Confirm Installation Selection, langsung klik tombol ‘install’.

Setelah itu komputer direebot dan secara otomatis proses installasi akan berlanjut. Tidak lama kemudian akan muncul pesan yang memberi tahu bahwa sistem mesin virtual Hyper-V sudah terinstall. Jadi tinggal klik tombol ‘Close’, maka Hyper-V sudah bisa langsung dipakai. Tetapi sebelum dipakai, fitur pada Execute Disable dan CPU Virtualization Mode harus diaktifkan.

Kelebihan dan Kekurangan Hyper-V

Sama dengan sistem virtualisasi server lainnya, Hyper-V memiliki beberapa keunggulan atau kelebihan. Penggunaan perangkat ini membuat developer atau pengembang mampu bertahan dengan multiple test environment. Selain itu, juga bisa menyediakan sistem khusus yang lebih sederhana namun dapat dipakai untuk berpindah lingkungan tanpa harus keluar biaya karena semua bersifat gratis.

Kelebihan berikutnya, Hyper-V teah dilengkapi dengan sebuah fitur khusus bernama Hyper-V generation 2. Di fitur ini, disediakan pula PXE boot yang telah menerapkan standart Network adapter dan booting SCSI virtual DVD dan HDD. Selain itu masih terdapat UEFI firmware support dan secure boot.

Bukan itu saja, sebagai mesin virtual sistem operasi hyper-V juga dapat mendukung hingga 4 prosessor. Selain itu juga mendukung sistem operasi atau OS 32 maupun 64 bit. Lebih dari itu Hyper-V tidak hanya bisa diaplikasikan pada Windows saja, tetapi juga terhadap beberapa sistem operasi Linix seperti Redhat Enterprise, CentOS dan Suse Linux.

Namun pada sisi yang lain, Hyper-V juga memiliki beberapa kekurangan. Memori minumum yang bisa digunakan tergolong tinggi paling sedikit 4 GB. Selain itu harus dilengkapi dengan Storage Area Network untuk menyimpan virtualisasi server atau virtual machine.

Demikian penjelasan tentang cara menggunakan Hyper-V, cara instalasi dan kelebihan atau kekurangannya. Semoga informasi ini dapat berguna untuk semuanya.

Baca artikel yang lain mengenai VGA terbaik

LEAVE A REPLY