deteksi kerusakan laptop

cara deteksi kerusakan laptop

Deteksi Kerusakan Laptop

Blog about all latest PC & tech related news and info

Deteksi Kerusakan Laptop dengan Tahu 10 Tandanya

deteksi-kerusakan-laptopPenggunaan laptop saat ini dianggap lebih efisien dibandingkan menggunakan PC. Penggunaan laptop lebih hemat energi karena membutuhkan daya relatif kecil dan tidak memakan banyak tempat. Perawatannya relatif lebih mudah, namun bukan berarti kerusakan pada laptop tidak terjadi. Seperti perangkat elektronik lain laptop juga bisa mengalami kerusakan atau gangguan kinerja. Deteksi kerusakan laptop sejak dini membantu menghindarkan kerusakan lebih parah.

Salah satu bagian yang paling cepat rusak pada laptop adalah prosesor. Gejala kerusakan pada prosesor laptop antara lain adalah laptop tidak mau menyala, mati tiba-tiba atau muncul bunyi bip atau dengung ketika laptop dinyalakan. Kerusakan laptop bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain:

Panas Berlebihan atau Overheating

Overheating adalah kondisi prosesor menderita panas berlebihan sehingga IC-nya terbakar sehingga prosesor tidak dapat digunakan lagi. Kondisi ini menyebabkan kerusakan yang sering terjadi pada laptop. Overheating bisa terjadi karena kipas processor mati dan tidak berfungsi, terjadi lonjakan tegangan listrik tiba-tiba, pemakaian laptop berlebihan dan kurang memberikan waktu istirahat, suhu udara ruangan panas atau prosesor terbakar. Overheating bisa diminimalisasi dengan cara menghindari memforsir laptop dan menambahkan kipas eksternal.

Ketidakseimbangan Antara Prosesor dan RAM

Fungsi RAM dan prosesor layaknya tubuh manusia dan suplemen. Jika suplemen yang diberikan tidak cocok maka akan terjadi alergi atau reaksi yang tidak biasa. Salah satu gangguan yang terjadi pada RAM dan Processor adalah dengan tahu cara deteksi kerusakan laptop ketika prosesor laptop low end dipaksakan menghandle RAM dengan kapasitas tertentu. Untuk menghindarinya harus mengupgrade kapasitas RAM atau berkonsultasi dengan pakar sebelum mengutak-atik laptop. Setidaknya gunakan RAM sesuai spesifikasi laptop.

Debu atau Benda Asing Lainnya

Debu tidak dapat dipandang remeh. Permukaan debu yang tebal bisa menghambat kerja kipas prosesor sehingga menjadi salah satu penyebab overheating. Agar tidak terjadi masalah akibat debu maka selalu rawat laptop dengan mengelap dan membersihkan dari debu. Simpan laptop di tempat aman dan tertutup serta hindari menggunakan laptop tanpa alas.

Deteksi Kerusakan Laptop Sejak Dini Akan Membuat Aman

Kerusakan laptop bisa dideteksi sejak dini. Memahami gejala kerusakan atau kondisi abnormal memberi kesempatan laptop terhindar dari kerusakan lebih parah. Tanda-tanda yang bisa dilakukan dengan tahu cara mengecek kerusakan laptop adalah dengan berikut ini.

  1. Laptop tidak mau menyala. Periksa kembali koneksi kabel yang menghubungkan power outlet ke tombol power atau kemungkinan ada kerusakan pada processor.
  2. Laptop tidak bisa melakukan proses booting. Kenali bunyi “beep” dan diagnosa kerusakannya. Jika terjadi satu kali laptop tidak bermasah, jika laptop berbunyi “beep” satu kali dan panjang ada kemungkinan kerusakan pada komponen memoru. Jika laptop berbunyi “beep” satu kali panjang dan tiga kali pendek ada kemungkinan terjadi kerusakan pada komponen VGA Card. Jika terjadi bunyi “beep” satu kali panjang dan dua kali pendek biasanya terjadi kerusakan pada DRAM parity. Jika bunyi “beep” terjadi terus menerus artinya terjadi kerusakan pada modul memori atau memori video.
  3. Laptop bisa melalui proses booting, tetapi selalu masuk ke safe mode. Gejala ini biasanya menunjukkan gangguan pada hard disk. Untuk mengatasi coba restart laptop kembali. Jika tetap terjadi secara terus menerus coba periksa kondisi hard disk menggunakan software scan disk.
  4. Laptop sering mengalami “hang” atau berhenti bekerja secara mendadak. Hang pada laptop terjadi karena crash pada softwarenya. Untuk mengatasi bisa merestart laptop langsung pada tombol power atau menekan CTRL + ALT + DEL lalu pilih end task. Jika sering terjadi hang kemungkinan besar terjadi konflik antar hardware. Kondisi ini biasa terjadi pada laptop yang menggunakan operasi Windows maka perlu diinstall ulang. Untuk menghindari crash lepaskan hardware baru dan bisa dipasang kembali setelah reinstall dengan melakukan scan hardware di fasilitas Add New Hardware di Control Panel.
  5. Setting jam dan tanggal BIOS berubah-ubah. Kerusakan ini terjadi karena baterai CMOS waktunya diganti. Baterai CMOS mempunyai long life tertentu jika masanya sudah habis harus diganti yang baru.
  6. Pointer meloncat. Ketika asyik mengetik pointer meloncat-loncat menandakan ada gangguan pada mouse. Hal ini terjadi karena mouse dalam kondisi kotor atau permukaan mouse kurang rata.
  7. Huruf keyboard gagal muncul. Saat ditekan tidak keluar huruf atau angka tertentu atau keluar dobel berarti ada kerusakan pada keyboard. Kelenturan bantalan pada keyboard bisa habis karena masa. Solusinya mengganti dengan keyboard baru.
  8. Layar tidak menampilkan gambar dan hanya membentuk garis. Hal ini terjadi karena kerusakan LCD. Periksa dulu soket-soket yang berkaitan dengan monitor sebelum memutuskan membawanya ke service centre.
  9. Baterai tidak bisa recharge, tidak ada indikator masuk laptop, layar monitor bergetar. Gejala ini menunjukkan kerusakan pada charger laptop.
  10. Indikator charger nyala mati dan laptop sulit dihidupkan. Gejala ini adalah pertanda kerusakan pada IC regulator atau motherboard laptop.

Baca artikel yang lain mengenai Printer Multifungsi Terbaik

LEAVE A REPLY

Anal