koneksi internet lambat

penyebab koneksi internet lambat

Koneksi Internet Lambat

Blog about all latest PC & tech related news and info

Mengapa Koneksi Internet Lambat? Solusinya?

Zaman sekarang kebutuhan orang tak jauh-jauh dari internet. Entah itu sekadar membuka aplikasi perpesanan, mengunggah dan mengunduh foto di media sosial, buka-buka aplikasi musik dan video macam joox atau youtube, bahkan untuk bekerja dengan menggunakan akses internet tinggat tinggi.

Meski tujuan mengakses internet bisa berbeda antara satu orang dengan lainnya, kebutuhan dan keinginannya pasti sama. Yakni mendapat akses internet yang cepat dan nyaris tanpa gangguan.

Terbayang kan, betapa mengesalkannya jika kegiatan berinternet jadi terhalang gara-gara akses yang lambat. Sementara orang bisa lancar nonton video menarik di Youtube, Anda jadi terhalang menikmati sensasi ‘wow’ hanya karena kebanyakan menunggu alias loading. Ya, internet lemot pasti menyebalkan.

Sebelum terlanjur merusak suasana hati, ada kabar baik buat Anda: Internet lemot bisa diatasi. Namun sebelumnya, cari tahu dulu yuk, mengapa internet sering lemot?

Penyebab internet lemot itu bisa dibagi dua. Pertama, penyebab yang perlu dicari solusinya oleh pemerintah. Kedua, penyebab yang bisa ditanggulangi oleh Anda. Dengan kata lain, ada penyebab eksternal dan internal. Masih kurang jelas? Berikut ulasan lengkapnya.

Penyebab External

Percaya atau tidak, Indonesia berada di jajaran terbawah internet paling lemot di dunia. Bahkan, negara kita masih kalah jauh dari India, pun negara-negara jiran alias tetangga macam Singapura, Malaysia, dan Filipina.

Dulu, sewaktu jaringan 3G baru masuk Indonesia, negara maju macam Amerika dan Jepang sudah pakai 4G. Sekarang pun mereka sudah mulai menyesap kenikmatan 5G. Cukup mengejutkan bukan, mengingat pengguna internet di Indonesia itu mencapai 90 persen dari seluruh populasi penduduk.

Jadi jangan heran, pengguna super banyak ditambah koneksi internet termasuk paling lemot di dunia, tentu  hasilnya tak jauh dari fasilitas internet yang seringnya kurang memuaskan.

Alasan lain yang tak kalah penting adalah mahalnya biaya infrastruktur dan operasional. Di dunia, koneksi paling cepat itu menggunakan kabel fiber optic yang kecepatannya setara dengan cahaya. Pemancar sinyalnya pun bukan sembarangan, melainkan pakai satelit. Untuk itu semua, perlu biaya sampai milyaran.

Belum lagi, server yang sudah dipasang butuh perawatan ekstra, yang memasangnya pun butuh orang yang memang ahli. Meski Anda mungkin hanya melihatnya macam tukang yang digaji rendah karena pekerjaannya cuma naik-naik BTS, jangan salah! Mereka justru orang-orang teknik yang digaji super tinggi. Sementara buat subsidi kesehatan, sekolah, dan makan saja masih susah, tampaknya masih butuh waktu lama ada alokasi dana besar-besaran ke arah ini.

Faktor geografis Indonesia pun jadi penyebab. Terkenal luas dan kaya akan kepulauan, ditambah banyaknya pegunungan, sawah, hingga lautan lepas sebetulnya jadi masalah. Infrastruktur pembangunan di Indonesia jadi tidak bisa dilakukan secara merata. Ada wilayah yang tak terjangkau, ada pula yang pembangunannya jadi supersulit alias butuh dana ekstra karena lokasinya yang sangat menantang. Apalagi provider internet di Indonesia bukan satu dua. Mereka semua lincah soal promosi. Jumlahnya pun menjamur sehingga kurang efisien. Walau beda provider, mereka tetap wajib saling berbagi spectrum jaringan yang akhirnya bikin internet lemot.

Penyebab Internal dan Solusinya

Ketimbang memikirkan penyebab eksternal yang solusinya cuma para petinggi yang tahu, ada baiknya Anda mulai menangani sendiri kasus internet lemot dari hal yang paling mendasar. Apa saja penyebabnya? Berikut ulasan sekaligus cara mengatasinya.

  • Koneksi Wifi Bermasalah

Meski koneksi internet cepat dan bandwith yang Anda miliki besar, resepsi sinyal Wifi yang buruk bisa memperlambat dan mentidakstabilkan koneksi. Bahkan aplikasi perpesanan pun tak akan terkirim.

Bagaimana sih cara mengatasinya?

Langkah terbaik yang bisa Anda lakukan adalah mengecek router. Pastikan posisinya ada di tengah ruangan  dekat Anda berinternet karena router akan bekerja dengan mengirim sinyal ke segala arah. Hindari meletakkan di dekat jendela untuk mengantisipasi sinyal terkirim ke luar.

Letakkan router di tempat tinggi, bukan lantai. Posisi tinggi seperti di atas meja atau lemari akan menguntungkan router yang memang dirancang mengirimkan sinyal ke bawah. Pilih juga tempat terbuka yang memungkinkan router bisa terlihat dari mana pun agar kerja sinyal tetap optimal. Bukan di tempat yang terhimpit seperti mebel berukuran besar, dinding, atau dalam lemari. Bahan-bahan tertentu bisa menyerap sinyal router dan menghambat kinerjanya seperti beton, baja, dan sebagainya.

Hindari meletakkan router dekat perangkat elektronik lain semisal tv dan kulkas. Sebab sinyal elektromagnetik yang dihasilkan akan mengganggu dan menghambat sinyal Wifi. Atur juga antena router pada posisi vertikal atau berdiri tegap. Ini akan membantu sinyal terpancar horizontal sehingga seluruh ruangan bisa terjangkau sinyal.

  • Berinternet Saat Sedang Ramai Pengguna

Jangan heran jika pada jam-jam tertentu koneksi internet Anda bisa lemot, bahkan sangat lemot. Misalnya saat jam makan siang, atau lebih parah pada Hari besar keagamaan seperti hari lebaran, di mana orang sedang sibuk-sibuknya balas-berbalas mengucap maaf dan mengirimkan selamat. Biasanya pada waktu-waktu tersebut pengguna internet sedang padat.

Sama halnya kepadatan pengguna internet dalam satu server. Istilah untuk kepadatan tersebut adalah Contention Ratio. Yakni gambaran banyaknya jumlah pelanggan yang berbagi satu bandwith. Misalnya, contention ratio 1 per 10 artinya satu pipa bandwith ini akan dibagi dengan 10 pengguna lain. Pemahaman mudahnya, jika semakin besar angka perbandingan, akan semakin lambat laju internet Anda.

Contoh, 1 per 100 akan jauh lebih lemot dibanding 1 per 10. Andaikan Anda menggunakan internet dengan kecepatan 10 Mbps, dan rasio 1 per 10, berarti kecepatan internet yang Anda dapat minimal 1Mbps, dan bisa lebih cepat dari itu jika penggunanya tidak mencapai 10 orang. Sayangnya provider kurang merealisasikan hal ini sehingga banyak pengguna yang tak paham dan menyangka kecepatan yang bisa didapatnya mutlak 10 Mbps.

  • Terkecoh Soal Ukuran Kecepatan

Untuk mengukur kecepatan dalam berinternet dikenal satuan bit dan byte. Bit biasa ditulis Mbps, dan byte ditulis MBpS. Nilai keduanya berbeda, meski lafalnya tampak sama. Kecepatan bit lebih kecil 8 kali lipat ketimbang byte. Seringnya orang terkecoh hal ini karena penulisan pada kartu kuota internet yang dipromosikan menggunakan satuan bit.

Artinya, kecepatan 1 Mbps tidak akan bisa mengunduh lagu sebesar 1MB dalam satu detik, melainkan 1 MBps atau 8Mbps yang bisa. Apalagi jika kegiatan mengunduh dilakukan saat contention ratio sedang meningkat, bisa dijamin internet makin lemot.

  • Komputer bermasalah

Biasanya permasalahan di komputer bisa dicek lewat membandingkan dengan komputer lain. Jika koneksi lemot padahal di komputer lain tidak, boleh jadi komputer Anda terserang virus atau malware. Kemungkinan lainnya perangkat komputer Anda tidak menunjang performa internet yang cepat alias ketinggalan zaman.

Bila terjadi, babat seluruh virus dengan Antivirus yang menunjang juga untuk memberantas malware. Manfaatkan aplikasi peningkat performa komputer seperti ccleaner. Selain itu, rutin memeriksa kesehatan komputer setidaknya setahun sekali. Install ulang paling tidak 5 tahun, serta upgrade perangkat inti seperti prosesor, RAM, dan harddisk maksimal 5 tahun.

Jadi jalankan cara di atas agar komputer Anda selalu dalam kondisi prima dan internet tak lemot lagi. Selamat mencoba.

Baca artikel yang lain mengenai Komputer Server Terbaik

LEAVE A REPLY