Perbedaan Flashdisk dan Harddisk

Memilih Flashdisk yang Bagus

Perbedaan Flashdisk dan Harddisk

Blog about all latest PC & tech related news and info

Apa Sih Perbedaan Flashdisk dan Harddisk?

Flashdisk dan harddisk itu sangat berbeda, tapi memiliki sedikit kesamaan pada fungsi. Keduanya sama-sama punya fungsi sebagai tempat penyimpanan data dari komputer. Keduanya juga berisiko terkena dan menyebarkan virus jika tidak diperhatikan penggunaannya.

Sebelum membahas perbedaanya secara rinci, mari mengenal apa itu flashdisk dan harddisk.

Apa itu Flashdisk?

Flashdisk merupakan alat penyimpanan data atau file dari komputer dalam bentuk NAND. Di dalam flasdisk terdapat pengendali sekaligus memori penyimpanan data yang sifatnya nonvolatile. Artinya, memori yang disimpan tak bakal hilang meski aliran arus listrik tidak ada.

Komponen flashdisk ini biasa disebut juga sebagai USB Drive. Yakni perangkat keras dan juga sambungan yang dinilai lebih sederhana ketimbang harddisk. Flashdisk cukup memudahkan karena tidak perlu motor penggerak, piringan dudukan, juga partisi lain yang bersifat mekanis.

Secara rinci kegunaan flashdisk cukup banyak. Namun intinya tetap sebagai tempat penyimpanan, yang tak jarang sifatnya sementara. Misal, Anda bisa menyimpan berbagai data mulai dari file berupa tulisan, foto, musik, video, hingga software. Bahkan, merunut fungsinya tadi, flashdisk juga bisa dipakai sebagai pengganti RAM dengan kecepatan yang tak kalah sama, sesuai kapasitas flashdisk itu sendiri.

Flashdisk bisa ditemui dalam beragam rupa di pasaran. Secara kategori bisa dibedakan lewat bentuk, ukuran kapasitas, dan merek. Untuk bentuk, ada flashdisk standar yang biasanya berbentuk kotak kecil memanjang. Ada pula bentuk-bentuk unik mulai dari tokoh kartun, yang serupa kartu, hiasan, dan sebagainya. Ukurannya pun beragam dimulai dari 1 Gb hingga 32 Gb.

Sebetulnya, ada juga ukuran kapasitas flashdisk yang lebih tinggi, tapi semakin rentan juga penggunaannya. Sementara soal merek flashdisk, biasanya ini yang membuat bingung. Ada merek abal-abal, ada juga beberapa merek umum berkualitas seperti Samsung, Sandisk, Kingston dan sebagainya.

Bagaimana Memilih Flashdisk yang Bagus?

Membeli flashdisk itu yang terpenting memang sesuai kebutuhan pemakaian, dan selalu dirawat dengan apik agar terus awet. Meski ukurannya kecil, nyatanya fungsinya tetap besar dan berguna. Berikut tips memilihnya:

  • Cek harga. Jika Anda menemui flashdisk berkapasitas besar dengan harga murah, lebih bagus lagi jika ada perbandingannya, sebaiknya tak usah dibeli. Kecuali memang sedang diskon.
  • Pilih kapasitas. Ketimbang beli satu yang seukuran 64Gb, lebih baik Anda beli dua seukuran 32 Gb. Memang, jatuhnya akan lebih mahal, kurang ekonomis, dan tidak praktis. Namun, biasanya flashdisk punya kondisi rentan dalam jangka lama. Terutama jika sering digunakan, apalagi jika Anda termasuk kategori tidak apik. Flashdisk yang sering mengalami benturan bisa gampang rusak.
  • Sesuaikan kebutuhan fitur dengan harga. Beberapa flashdisk dilengkapi berbagai fitur aneh yang sebetulnya bisa sangat berguna bagi kebutuhan pengguna tertentu. Contohnya fitur keamanan data. Untuk keamanan, ada flashdisk yang dilengkapi perlindungan password, pemindai sidik jari sampai enkripsi data. Semakin penting data yang Anda simpan, tentu semakin butuh keamanan yang optimal. Harganya pun tentu berbeda. Jadi sebagai saran, sesuaikan kebutuhan Anda akan fitur dengan keuangan yang tersedia. Tak perlu terlalu memaksakan, meski memang ada baiknya juga flashdisk Anda dilengkapi password agar tak dengan mudah diakses orang andai flashdisk hilang.
  • Pastikan ada garansi. Flashdisk yang baik pasti punya garansi. Ketimbang fitur, ini jauh lebih penting. Sebab, garansi akan melindungi Anda dari cacat barang. Jika ada kerusakan, selama stiker garansinya tidak rusak, Anda bisa mengklaim penggantian dengan mudah.
  • Perhatikan versinya. Ada beda antara flashdisk dengan teknologi USB 2.0 dan 3.0. Seringnya orang mengabaikan karena harganya bisa mengecoh. USB 3.0 lebih cepat sekitar 10 kali lipat dari USB 2.0. Namun bisa tak terasa bedanya jika perangkat komputer Anda tidak mendukung, misalnya kapasitas penyimpanan harddisk yang kecil. Jadi, sesuaikan saja dengan kebutuhan komputer.

Apa itu Harddisk?

Harddisk merupakan komponen komputer untuk menyimpan data, dari piringan magnetis. Penemunya adalah Reynold Johnson pada 1956. Kala itu ukurannya cukup besar dengan kecepatan rendah. Yaitu lebih dari setengah meter, dengan 50 piringan, berkecepatan 1.200 rpm, dan cuma berkapasitas 4,4 mb.

Fungsinya pun lebih banyak, mulai dari menyimpan OS, software aplikasi, sampai menyimpan file yang akan menetap dalam komputer. Tanpa harddisk, komputer tak dapat berjalan. Salah satunya karena sistem operasi juga tidak dapa berlangsung.

Dari masa ke masa, harddisk terus berkembang. Banyak juga perubahan yang terjadi, terutama bentuk fisik dan kemampuannya. Saat ini ukuran harddisk cenderung kecil dengan kapasitas besar. Biasanya berukuran 250 Gb hingga 1 Tb.

Harddisk terdiri dari beberapa komponen penting, yaitu sebagai berikut.

  • Platter (Hard Platter). Komponen berupa piringan berbahan magnet untuk menyimpan data.
  • Silinder. Semacam as pemegang platter agar tetap pada porosnya.
  • Motor. Penggerak platter untuk menentukan seberapa cepat putaran.
  • Magnet. Pengatur kecepatan gerak head saat membaca data.
  • Read Write Head. Untuk membaca dan menulis, baik dari atau ke piringan.
  • Head Controller. Pengendali berupa sirkuit elektonik untuk menulis dan membaca data.
  • Acces Arm. Wadah bagi head controller agar dapat beredar ke seluruh piringan.
  • PCB Harddisk (Board). Pengendali kerja harddisk.

Tak hanya itu, jenis harddisk yang digunakan juga demikian penting. Berikut beberapa jenis harddisk berdasarkan jalur komunikasi data dan perkembangannya.

  1. Harddisk ATA/AIDE. Harganya murah, tapi butuh dua pengendali agar performanya meningkat.
  2. Harddisk SCSI. Lebih baik dari ATA dan bisa menjalankan beberapa disk drive aktif di PC sekaligus, tapi harganya mahal.
  3. Harddisk RAID. Andal dan kuat menyimpan file besar, tapi cuma cocok untuk komputer personal.
  4. Harddisk SATA. Versi baru ATA yang tiga kali lipat lebih unggul, lajunya cepat karena mampu mengurangi delay, tapi cuma berlaku untuk satu harddisk dan letaknya hanya bisa internal.
  5. Harddisk SSD. Lebih cepat ketimbang lainnya karena tidak menggunakan piringan mekanik, melainkan memori drive, tetapi jauh lebih mahal.

Perbedaan Harddisk dan Flashdisk

Dari penjelasan di atas, cukup kentara bukan, perbedaan besar pada keduanya. Berikut beberapa poin pentingnya.

  • Flashdisk mudah dibawa karena berukuran kecil dan bentuknya portable. Sementara Harddisk ada dua, satu menempel pada komputer dan disebut harddisk internal. Satu lagi portable, namanya Harddisk eksternal. Harddisk eksternal ini juga mudah dibawa-bawa, hanya saja, perlakuannya perlu hati-hati, dan harus menggunakan pelindung khusus berupa socket agar berfungsi.
  • Harga Harddisk lebih mahal, dengan daya simpan jauh lebih besar ketimbang flashdisk. 1 Gb Harddisk akan berbeda dengan 1 Gb flashdisk.
  • Flashdisk lebih mudah dirawat. Pun jika terkena virus, bisa segera diformat ulang. Beda dengan harddisk yang lebih berat langkah perawatannya.
  • Harddisk menyimpan data lebih lama, flashdisk cuma sementara.
  • Dari segi fisik flashdisk lebih unik dengan bentuk beragam, sedangkan harddisk nyaris monoton meski ukurannya makin kecil.

Baca artikel yang lain mengenai Membuat Cloud Storage di Rumah

LEAVE A REPLY