sistem raid pada server

sistem raid

Sistem Raid pada Server

Blog about all latest PC & tech related news and info

Pengertian, Jenis, dan Teknik Konfigurasi Sistem Raid pada Server

Secara ringkas, sistem raid pada server dapat diartikan sebagai suatu metode penyimpanan data dalam komputer. Raid adalah sebuah istilah yang merupakan hasil singkatan Redundant Array of Independent Disk. Istilah ini merujuk pada semacam teknologi penyimpanan data di komputer dan digunakan sebagai media toleransi atas kesalahan dalam menyimpan data-data terutama dalam perangkat harddisk.

Pengertian Lengkap tentang Teknologi Raid

Selain Redundant Array of Independent Disk, raid masih punya dua singkatan lain. Pertama adalah Redundant Array of Inexpensive Disk. Sedangkan singkatan kedua adalah Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini memiliki fungsi membagi dan mereplikasi data di beberapa harddisk secara terpisah.

Selain itu, penciptaan raid juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sistem kerja I/O di harddisk. Adapun caranya adalah dengan memakai penumpukan dan redundasi data. Teknik ini bisa dijalankan melalui perangkat lunak atau software dan perangkat keras atau hardware dan dilakukan secara terpisah.

Konsep dan Sistem Kerja Raid

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sistem raid pada server mempunyai konsep yang terdiri dari 2 jenis yaitu mirorring dan striping. Untuk konsep mirorring, mempunyai tujuan untuk memaksimalkan proses pembacaan dalam data. Intinya, sistem yang mengaplikasikan konsep ini dapat membaca data yang berasal dari dua jenis disk sekaligus atau lebih.

Tapi ketika digunakan untuk menulis atau membuat data, sistem kerjanya dapat menurun. Hal ini disebabkan karena data yang tidak berbeda akan ditulis pada beberapa jenis harddisk raid yang digabung dalam deretan yang sama.

Sedangkan teknik striping mampu mengoptimalkan sistem kerja teruma dalam hal pemberian ijin guna membaca data yang berasal dari beberapa jenis harddisk pada waktu yang bersamaan. Akan tetapi, jika ada satu harddisk yang mengalami gangguan dan kegagalan, akibatnya semua harddisk raid yang dipakai akan mengalami suatu inkonsistensi.

Jenis-jenis Raid

Jenis-jenis raid dapat dibedakan menurut levelnya dan sebelum level pertama terdapat level 0 lebih dulu. Level ini memakai sekumpulan disk dan striping di level blok, tetapi tidak disertai redundasi.

Raid level 1 adalah suatu disk monitoring. Melalui metode ini, sistem kerja pada harddisk bisa ditingkatkan, namun jumlah disk yang harus disediakan naik 2 kali lipat. Di level ini, data di partisi harddisk disalin dalam partisi harddisk lain. Jadi ketika ada salah satu yang rusak, masih terdapat salinannya.

Level 2 dalam sistem raid pada server merupakan suatu sistem pengorganisasikan terhadap ECC atau error correcting code. Teknik pendektesian kesalahan atau error dalam sistem ini menggunakan ukuran paritas bit. Setiap byte pada data punya satu paritas bit sebagai wujud representasi jumlah bit pada byet data.

Saat ada bit data yang berubah maka paritas juga akan berubah dan tidak sama dengan paritas bit yang disimpan. Jadi ketika ada kegagalan di salah satu disk, maka data bisa dibentuk lagi dengan cara membaca error correction bit melalui disk yang lain.

Raid level 3 adalah organisasi paritas bit interleaved. Dalam level ini yang dibutuhkan hanya satu disk redundan dan tidak memakai ECC. Jadi yang dipakai adalah bit paritas yang punya fungsi untuk mengumpulkan bit yang posisinya sama di tiap-tiap disk.

Selanjutnya raid level 4 adalah sistem organisasi paritas blok interleaved yang memanfaatkan striping data di level blok. Selain itu juga menyimpan paritas blok di satu disk serta terpisah dalam tiap-tiap blok yang sama. Jika ada disk yang gagal, blok paritas dapat dipakai untuk membuat blok-blok data di disk yang mengalami kegagalan.

Sedangkan raid level 4, merupakan sistem raid berbentuk organisasi paritas blok interleaved yang tersebar. Paritas dan data disebarkan pada setiap disk dan salah satunya dipakai sebagai alat penyimpan paritas. Sedangkan lainnya untuk menyimpan data.

Kemudian untuk raid level 5, adalah organisasi paritas blok interleaved yang tersebar dimana semua paritas dan data disebar pada semua disk termasuk disk yang ditambahkan. Di masing-masing blok, ada satu disk yang digunakan untuk menyimpan paritas. Sedangkan disk lainnya berperan sebagai penyimpan data.

Lanjut raid level 6, fungsinya sama dengan level 5 tapi juga berfungsi untuk menyimpan info redundan tambahan. Tujuannya adalah untuk menjaga dari kegagalan di beberapa disk. Raid level ini menjalankan 2 jenis perhitungan paritas yang tidak sama lalu disimpan dalam blok-blok yang dipisah di disk-disk yang berbeda.

Raid level terakhir dinamakan 0+1 dan 1+0, adalah hasil paduan level 0 dan level 1. Di raid 0+1, kumpulan disk distrip lalu strip ini dimirroe pada disk lainnya, setelah itu menghasilkan beberapa strip yang sama. Sedangkan raid 1+0, semua disk dimirror dalam bentuk pasangan dan hasilnya distrip.

Teknik Konfigurasi Raid untuk Komputer Server

Salah satu teknik paling untuk konfigurasi harddisk raid pada komputer server adalah dengan perangkat BIOS. Ketika server sudah booting, tekan tombol F5 pada keyboard. Dari sini lalu dibuat array lebih dulu dengan cara memencet tombol ‘create arry’ yang ada di windows sisi kanan.

Setelah muncul tampilan windows baru, pilih fitur bertuliskan ‘Bay 1’, lalu klik tombol ‘OK’. Berikutnya pada layar yang baru lagi, pilih ‘Create logical drive’ untuk diklik. Setelah itu klik ‘unassigned drive’ yang ada di sisi kiri. Selanjutnya ulangi semua langkah tersebut, lalu pilih 2 drive lainnya dengan cara memberi tanda centang di ‘opsi sellect all’ dan klik tombol ‘OK’.

Setelah halaman window berganti tampilan klik tombol ‘Create Logical Drive’ dan setelah itu akan diminta menjalankan konfigurasi sistem raid pada server komputer. Jadi tinggi dipilih raid 1 yang ukurannya paling besar dan disave. Berikutnya untuk menghapus konfigurasi raid yang sudah diulang dan logical drive, dapat memilih satu diantara dua logical drice dan klik tombol ‘delete’.

Setelah semuanya selesai, klik tombol ‘exit Acu’ dan disambung klik tombol ‘power’ beserta tombol ‘reebot’. Masing-masing proses klik ini dilakukan setelah tampilan windows berubah. Terakhir, CD instalasi dimasukan dan proses konfigurasi harddisk raid bisa dilakukan sesuai petunjuk yang ada.

Pengaruh Data Bervirus atau Malware Saat Menggunakan Sistem Raid

Fungsi utama dari sistem raid adalah untuk membuat back up data. Ketika muncul serangan virus atau malware, sistem ini memang tidak memiliki kemampuan untuk menanggulanginya. Meski demikian, karena sudah ada back up data maka munculnya serangan ini tidak memiliki pengaruh yang begitu besar.

Kelebihan dan Kekurangan Teknologi Raid

Bicara tentang kelebihan dan kekurangan raid, setiap jenis atau level mempunyai karakter yang berbeda-beda. Contohnya untuk raid level 0, kelebihannya adalah kapasitas harddisknya lebih besar karena tidak dikurangi. Sedangkan kekurangannya, apabila ada yang gagal, maka semua data akan hilang.

Raid 1 punya kelebihan ketika ada harddisk yang bermasalah, harddisk mirror dapat mengganti fungsinya. Akan tetapi kelemahannya, sistem ini butuh biaya mahal. Sedangkan raid 5 punya keunggulan yang sama, namun kinerjanya akan mengalami penurunan.

Beda lagi dengan raid 6 yang kelebihannya adalah meski ada kerusakan dan kegagalan, tetapi fungsi dari harddisk tetap bisa berjalan. Tapi hal ini akan menimbulkan efek pada sistem raid pada server yang kinerjanya jadi menurun.

Baca artikel yang lain mengenai VGA terbaik

LEAVE A REPLY